Sabtu, 15 Februari 2014

Daftar Fakultas Kedokteran / Program Studi Kedokteran di Indonesia Keadaan Jan 2014 (72 FK/Prodi)




1. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Aceh
2. Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, Aceh
3. Fakultas Kedokteran Universitas Malikusaleh, Aceh
4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan
5. Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia, Medan
6. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, Medan
7. Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Medan
8. Program Studi Kedokteran Universitas HKBP Nonmensen, Medan
9. Program Studi Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Medan
10. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang
11. Fakultas Kedokteran Universitas Baiturahmah, Padang
12. Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Pekanbaru
13. Program Studi Kedokteran Universitas Abdur Rab, Pekanbaru
14. Program Studi Kedokteran Universitas Batam, Batam
15. Fakultas Kedokteran Universitas Jambi, Jambi
16. Program Studi Kedokteran Universitas Bengkulu, Bengkulu
17. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang
18. Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Palembang
19. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung
20. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Lampung
21. Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Banten
22. Program Studi Kedokteran Universitas Islam Negeri, Banten
23. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
24. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta
25. Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta
26. Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional, Jakarta
27. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta
28. Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana, Jakarta
29. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
30. Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Jakarta
31. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Jakarta
32. Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi
33. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung
34. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, Bandung
35. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung
36. Program Studi Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
37. Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
38. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang
39. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
40. Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Semarang
41. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta
42. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Surakarta
43. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
44. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
45. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta
46. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
47. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya
48. Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya
49. Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya
50. Program Studi Kedokteran Universitas Kristen Widiyamandala, Surabaya
51. Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Jember
52. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang
53. Fakultas Kedokteran Universitas Islam, Malang
54. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Malang
55. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar Bali
56. Program Studi Kedokteran Universitas Warmadewa, Denpasar
57. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura, Pontianak
58. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Samarinda
59. Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
60. Program Studi Kedokteran Universitas Palangkaraya, Kalteng
61. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin, Ujungpandang
62. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Ujungpandang
63. Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Ujungpandang
64. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado
65. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Lombok
66. Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Mataram
67. Program Studi Kedokteran Universitas Nusa Cendana, NTT
68. Program Studi Kedokteran Universitas Al-Khaerat, Palu
69. Program Studi Kedokteran Universitas Tadulako, Palu
70. Program Studi Kedokteran Universitas Haluoleo, Kendari
71. Program Studi Kedokteran Universitas Patimura, Ambon
72. Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, Jayapura

Sabtu, 11 Januari 2014

SOAL OSCE UKDI

Contoh soal OSCE UKDI 
1.       Soal : Seorang ibu datang ke klinik dokter keluarga membawa bayinya berusia 6 bulan dengan keluhan mencret
2.       Tugas mahasiswa:
a.       Lakukan alloanamnesa
b.      Lakukan pemeriksaan fisik
c.       Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang kepada penguji, (nanti penguji memberi jawaban hasilnya) dan iterpretasi hasilnya
d.      Sampaikan dx kerja dan 3 diagnosis banding kepada penguji
e.      Sampaikan tatalaksana nonfarmakologi dan farmakologi
f.        Tuliskan resep secara lengkap
g.       Beri edukasi kepada orang tua pasien
Ctt: hasil PE/ KU Rewel, Kesadaran CM, Suhu 39,5C Respirasi 48X/menit, Nadi 120x/menit, isi cukup, reguler, UUB datar, Mata tdk cekung, air mata ada, mukosa mulut basah

Ctt: penguji menyampaikan hasil lab setelah peserta merencanakan / mengusulkan pemeriksaan penunjang darah rutin dan feses: lekosit 12.000 mmkubik, difcount: 83/13/2/1/1
Feses: makroskopis : darah +, lendir + sigella +
3.       Dx Kerja: disentri basiler atau shigellosis tanpa dehidrasi
4.       DD: 1. Enteritoxigenik E Coli  2. Enterohemoragic E Coli 3. Disenrti auba 4 invaginasi
5.       Tatalaksana
a.       Nonfarmakologis
                                                               i.      Rehidrasi rencana A dengan lengkap: pemberian ASI diteruskan dan lebih banyak, pemberian oralit, pemeberian makanan lanjutkan
b.      Farmakologis:
                                                               i.      Cotrimoxazol 5-8 mg/kgbb  2x sehari selama 5 hr  atau
                                                             ii.      Ampicillin 50 mg/kgbb, 4 kali sehari selama 5 hari atau
                                                            iii.      Ciprofloxacin 15 mg/kgbb 2 kali sehari selama 5 hari
                                                           iv.      Dan zinc tablet 20 mg/hr selama 10 hari
  
Rubrik penilaian ( hanya yang dicatat disini dengan kategori skor 3 saja, paling tinggi)
1.       Anamnesa ( dengan kategori skor paling tinggi 3)
a.       Peserta ujian bertanya tentang keluhan utama,  ditambah 5-6 pertanyaan mengenai:
                                                               i.      Onset penyakit
                                                             ii.      Keluhan penyerta
                                                            iii.      Tanda tanda dehidrasi
                                                           iv.      Riwayat makanan
                                                             v.      Riwayat allergi
                                                           vi.      Riwayat pengobatan
2.       Pemeriksaan fisik ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
a.       Peserta ujian melakukan semua pemeriksaan fisik dengan benar dan runtut:
                                                               i.      Cuci tangan sebelum dan sesudah  pemeriksaan
                                                             ii.      timbang BB
                                                            iii.      Periksa tanda vital
                                                           iv.      Test minum
                                                             v.      Tanda tanda dehidrasi (UUB, kelopak mata, mukosa mulut, turgor kulit)
3.       Melakukan test, prosedur klinik ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
a.       Peserta ujian mengusulkan pemeriksaan feses dan darah rutin
b.      Dan melakukan interpretasi (setelah penguji menyebutkan hasil pemeriksaan laboratorium feses dan darah rutin)
4.       Menentukan diagnosis dan diagnosis banding ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
Peserta ujian  menetapkan diagnosis disentri basiler atau shigellosis tanpa dehidrasi dan menyebutkan 3 dx banding:
1.       Enterogenik E Coli
2.       Enterogenik hemoragic E Coli
3.       Invaginasi
5.       Tatalaksana non farmakologi berikut dengan lengkap ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
Peserta ujian menyampaikan tatalaksanan nonfarmakoterapi (rencana rehidrasi A) dengan lengkap:
1.       Pemberian ASI lebih sering dan lebih banyak
2.       Pemberian oralit
3.       Makanan bayi diteruskan
6.       Tatalaksanan farmakologi berikut dengan lengkap ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
a.       Anti biotik
                                                             v.      Cotrimoxazol 5-8 mg/kgbb selama 5 hari
                                                           vi.      Ampicilin 50 mg/kgbb selama 5 hari
                                                          vii.      Ciprofloxacin 15 mg/kgbb selama 5 hari
b.      Parasetamol 10-15 mg/kgbb
c.       Zinc 1 tab (20 mg) perhari selama 10 hari
7.       Komunikasi dan atau edukasi pasien ( dengan kategori skor  paling tinggi 3)
Peserta ujian menunjukkan kemampuan berkomunikasi dengan menerapkan  prinsip berikut:
1.       Mampu membina hubungan baik  dengan pasien secara verbal non verbal ( ramah, terbuka, kontak mata, salam, empaty, dan hubungan komunikasi 2 arah
2.       Mampu memberikan kesempatan kepada pasien untuk bercerita dan mengarahkan cerita
3.       Mampu untuk melibatkan pasien dalam membuat keputusan klinik
4.       Mampu memberikan penyuluhan yang isinya sesuai dengan masalah pasien
a.       Penyebab diare
b.      Perjalanan penyakit diare
c.       Pencegahan
d.      Kapan harus kembali ke dokter
8.       Perilaku profesionalisme
Meminta izin secara lisan dan melakukan dibawah ini secara lengkap:
1.       Melakukan setiap tindakan dengan berhati-hati dan teliti sehingga tidak membahayakan pasien dan diri sendiri
2.       Memperhatiakn kenyaman pasien
3.       Melakukan tindakan sesuai prioritas
4.       Menunjukkan rasa hormat pada pasien

5.       Mengetahui keterbatasan dengan merujuk atau melakukan konsultasi.

Sabtu, 27 Juli 2013

CROSS TABUTATION


Deskripsi:

Crosstab atau tabel silang  merupakan satu di antara jenis table yang umumnya berisi 2 variabel atau lebih. Tabel silang biasanya digunakan, apabila:
         Data hasil penelitian yang berupa penghitungan frekuensi.
         Data yang disajikan ke dalam bentuk tabel pada umumnya adalah data nominal atau ordinal
         Contoh tabel silang dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel: 1.4  Frekuensi Mahasiswa Program Studi Kesmas menurut
                  menurut Jenis kelamin & Golongan Darah
 FIKES Universitas Esa Unggul Tahun 2010


Jenis Kelamin
Golongan Darah

Total
A
B
AB
O
Laki-laki
0
2
0
2
4
Perempuan
5
6
1
16
28
Total
5
8
1
18
32

 Langkah-langkah:
         Dari menu utama, pilihlah:                       
            Analyze <
                  Descriptive Statistics <
                             Crosstabs….

         Seperti tampilan seperti sebagai berikut ini:

































         Pilih variabel 1 (independent) contoh “jenis kelamin” dan letakkan pada bagian ROW (S)

         Dan variabel 2 (dependent) contoh “golongan darah” pada bagian column (s)
         Sehingga muncul seperti tampilan berikut ini:




























Setelah proses di atas dijalankan, maka output yang dihasilkan seperti tampilan sebagai berikut:





Tampilan output tersebut di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
Dari total 75 orang responden diketahui bahwa sebagian besar adalah perempuan yaitu sebanyak 53 orang dan hanya 22 orang laki-laki. Dari semua respoden tersebut sebagian besar memiliki golongan O yaitu sebesar 49,3% dan hanya sebagian kecil yang memiliki golongan darah A yaitu sebesar 4,0%. Responden perempuan sebagian besar bergolongan darah O sebesar 62,3% dan tidak ada yang bergolongan darah A. Sedangkan pada responden laki-laki hampir sama proporsi yang bergolongan darah B dan AB yaitu 31,8% dan 36,4%, begitu juga halnya responden yang bergolongan darah A dan O hampir sama yaitu 13,6% dan 18,2%.